Cari di Blog Ini

Kemarau tak Pengaruhi Produksi Ikan Lele


KUNINGAN, (PRLM).- Panas dan panjangnya musim kemarau di wilayah Kabupaten Kuningan, secara umum berdampak terhadap menurunnya produksi ikan selama tahun 2012 yang dihasilkan budi daya perikanan masyarakat hingga 15 persen, tetapi justeru produksi ikan lele malah meningkat setelah merebak dan digandrungi warga untuk melakukan budidaya darat.
Budidaya ikan lele yang dikembangkan warga Kabupaten Kuningan saat ini, tidak memerlukan kolam atau saluran air cukup, melainkan membuat kolam buatan dari plastik di pekarangan rumah atau di kebun dan air yang diperlukan tidak terlalu banyak.
“Menggeluti usaha perikanan di daerah sulit air seperti Cibingbin memerlukan kerja ekstra. Terlebih dimusim kemarau panjang sekarang ini banyak kolam dan kekeringan dimana-mana,” ujar Abah Wiharno, seorang pembudidaya ikan lele di daerah Cibingbin Kuningan, Rabu (10/10/12).
Kendati musim kemarau, kata Wiharno, dia bersama Kelompok Tani Mulyasari tidak menyerah begitu saja terhadap kondisi alam. Kendala air tersebut dapat teratasi dengan menggunakan pompa air menyedot dari Sungai Cijanggelok, tetapi ikan lele ini tidak terlalu banyak memerlukan air sehingga dalam kondisi krisis airpun usaha tersebut masih bisa terselamatkan.
Berbekal semangat dan tekad yang kuat, akhirnya Kelompol Tani Mulyasari Desa Sukaharja Kecamatan Cibingbin berhasil membuktikan keahliannya dalam membudidayakan ikan lele di daerah sulit air, terlebih dimusim kemarau panjang seperti sekarang ini.
Dari 100 peserta pelatihan budidaya ikan lele yang meliputi dua kecamatan perbatasan, masing-masing Kec. Cibingbin dan Kec. Cibeureum, Kelompok Tani Mulyasari dinilai sukses dalam usaha perikanan tersebut. Dalam kurun waktu tiga bulan, kelompok tani yang satu ini bakal memanen ikan lele jenis unggul pada akhir Oktober mendatang. Berbagai ukuran ikan dipersiapkan untuk memenuhi permintaan pasar termasuk permintaan dari Cirebon dan sekitarnya.
“Tidak kurang dari 25.000 ekor benih lele ditanam di tujuh kolam dan akhir bulan ini ikan lele berbagai ukuran itu akan dipanen sesuai permintaan konsumen. Berdasarkan kalkulasi, pada akhir Oktober nanti diperkirakan produksi mencapai empat ton atau senilai Rp 400 juta,” kata Ketua Kelompok Tani Mulyasari Desa Sukaharja, Abah Wiharno (68 tahun) sambil menyortir ikan lele peliharaannya. (A-164/A-108)***

Sumber: Pikiran Rakyat

No comments:

Posting Populer